SISWA IKUT PELATIHAN JURNALISTIK DAN FOTOGRAFI


SISWA IKUT PELATIHAN JURNALISTIK DAN FOTOGRAFI



TEMANGGUNG – para siswa SMK SWADAYA yang tergabung dalam kelompok peserta ekstrakulikuler  karya ilmiah remaja ( KIR) dan seni teater. Mengikuti pelatihan menulisdan fotografi yang digelar diruang literasi kampus sekolah tersebut. Baru baru ini.

kegiatan dengan”tema menggali ide kreatif dan teknik fotografi jurnalistik”dan diselanggarakan dalam rangka menyambut bulan habasa itu. Bertujuan memacu para siswa agar bisa menghasilkan karya tulis dan juga fotografi. Pada pelaksanaanya, para peserta mendapatkan pengetahuan lebih luas dan tema awal.

Arul sanie. Sebagai pembicara pada sesi pertama, memberikan penjelasan tentang cara cara menggali ide dan mengembangkanya menjadi bernbagai macam tulisan yang siap di publikasikan, tidak hanya karya jurnalistik .ia juga mendorong para peserta diklat agar mau belajar dan mengembangkan potensi dengan kegiatan tulis menulis

Sebagai pengelola sebuah penerbitan buku di temanggung, asrul sanie juga menyatakan, siap membantu dan dampingi para siswa SMK Swadaya Temanggunguntuk menghasilkan karya dan bentuk buku

Kepala SMK Swadaya Temanggung, Muhasyim, mengungkapkan kegiatan ini akan berguna bagi para siswa.

Pada kegiatan bulan bahasa oktober mendatang, diharapkan para peserta diklat bisa menjadi juara dalam berbagai perlombaan yang berhubungan dengan bahasa dan kepenulisan.”saya beharap, para siswa menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah mengikuti pelatihan ini,”ujar kepala sekolah SMK Swadaya Temanggung.

Share:

MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SISWA DENGAN AKSI TANGGAP BENCANA

MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SISWA DENGAN AKSI TANGGAP BENCANA



Gempa yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat pada 5 Agustus 2018 menjadi berita duka bagi Indonesia. Gempa berkekuatan mencapai angka 7 SR tersebut telah banyak memakan korban dan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Terlebih, akibat kekuatan gempa yang besar membuat 70% bangunan lokal runtuh sehingga banyak korban jiwa, korban luka, dan tidak sedikit warga kehilangan tempat tinggal serta harta bendanya.
Mendengar kabar duka saudara sebangsa, SMK Swadaya Temanggung menunjukkan respon cepatnya. Senin pagi (6/8),dipimpin oleh Pembina Apel, Bapak H. Muhasyim S.Pd, seluruh peserta apel melakukan doa bersama di lapangan. Usai apel pagi, diadakan rapat darurat tim manajemen sekolah untuk menyikapi kabar duka tersebut. Dalam waktu kurang dari dua jam, beberapa kebijakan akhirnya dikeluarkan pihak sekolah dalam rangka membantu korban gempa di Lombok, NTB.
Setelah mendapat briefing dari Kepala Sekolah dan Bidang Kesiswaan, Aktivis Kegiatan Sekolah (AKS) yang terdiri dari Unit Kerja OSIS, PKS, MT, PMR, dan Pramuka, diterjunkan untuk menggalang dana masyarakat peduli gempa di beberapa titik keramaian wilayah Kabupaten Temanggung. Sejumlah 36 siswa dari lima unit AKS dibagi menjadi beberapa tim penggalangan dana. Titik pengalangan dana dari masyarakat oleh SMK Swadaya yaitu di Lampu Apil Samsat Temanggung, Perempatan Maron, Perempatan Sari Ayam, Pasar Parakan, Pasar Temanggung, Pasar Ngadirejo, Lampu Apil Prapanca dan Perempatan Kemalangan Parakan.
Sementara itu di sekolah, seluruh siswa, guru dan karyawan turut menggalang sumbangan berupa uang dan pakaian pantas pakai yang pengumpulannya selama sepekan. Selain sumbangan secara individu, masing-masing siswa ditugaskan untuk menjual kupon sedekah kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa melalui aksi nyata dalam pengumpulan bantuan untuk korban gempa Lombok. Meski masing-masing siswa hanya dijatah 7 lembar kupon dengan pilihan nominal kupon Rp2000 dan Rp5000, namun perolehan kupon rata-rata lebih dari target.
“Daripada siswa melakukan galang dana sendiri di luar sana tidak ada yang bertanggungjawab, maka pihak sekolah berinisiatif memfasilitasi sekaligus mendorong jiwa kepedulian siswa melalui penjualan kupon sedekah ini. Sehingga gerakan peduli bencana ini lebih terkoordinir dan ada yang bertanggungjawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Ujar Drs. H. Humam Sabroni, M.Si.
Dari penggalangan dana masyarakat di berbagai titik keramaian, penjualan kupon sedekah oleh siswa, dan sumbangan siswa serta guru-karyawan selama sepekan, terkumpul uang sejumlah Rp53.801.100,00. Uang tersebut berasal dari galang dana masyarakat sebanyak Rp23.610.100, kupon sedekah Rp21.000.000, sumbangan siswa Rp5.000.000, sumbangan guru dan karyawan Rp2.600.000, serta beberapa pihak yang menyerahkan secara pribadi kepada SMK Swadaya sebesar Rp1.600.000.
Kamis 16 Agustus pagi, perwakilan SMK Swadaya Temanggung yang terdiri dari 3 guru dan ketua OSIS melakukan perjalanan ke Lombok dalam rangka penyerahan bantuan kepada korban gempa. Dengan menggunakan mobil operasional SMK Swadaya Temanggung, bantuan yang diberikan berupa sembako, terpal, selimut, perlengkapan MCK, dan uang tunai serta pakaian pantas pakai. Berbagai bentuk bantuan tersebut ditentukan atas komunikasi pihak sekolah dengan informan yang berada di lokasi pengungsian Gempa Lombok.
Share:

BUKA BERSAMA DENGAN SAUDARA MUSLIM DARI AMERIKA

BUKA BERSAMA DENGAN SAUDARA MUSLIM DARI AMERIKA





Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh rahmat bagi semua makhluk di muka bumi ini.Dari ujung barat sampai ujung timur semuanya bersatu menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim untuk menahan lapar, dahaga dan segala hal yang dilarang, mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. SMK Swadaya Temanggungbekerja sama dengan FPU (Forum Peduli Umat)mengadakan buka bersama dalam memeriahkanRamadhan 1439 H.
Pelaksanaan buka bersama ini merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Majelis Ta’lim SMK Swadaya Temanggung dibawah bimbingan para guru Agama dan Kepala Sekolah. Acara ini masuk dalam rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan SMK Swadaya Temanggung, yang bertujuan untuk menghubungkan umat Islam dari berbagai kalangan dan daerah. Selain seluruh siswa, guru, dan karyawan SMK Swadaya Temanggung, turut hadir pula undangan dari perwakilan ta’mir masjid sekitar sekolah, dan perwakilan pelajar SMK se-Temanggung dengan didampingi guru agama dari sekolah tersebut.
Terlihat pemandangan beraneka ragam dan penuh warna namun menunjukkan suasana yang harmonis. Hal ini menggambarkan semangatukhuwahpersaudaraan) diantara umat Islam  yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari kalangan pelajar yang berseragam osis, guru dan karyawan yang berbusana muslim warna putih, hinggawarga masyarakat yang penuh dengan berbagai macam atribut. Semuanya melebur menjadi satu dalam acara tersebut, meninggalkan identitas masing-masing.
Acara yang dimulai dari ba’da ashar itu, terangkai rapi mulai dari pembukaan sampai penutup. Sambutan kepala Sekolah SMK Swadaya Temanggung yang disampaikan oleh Bapak H. Muhasyim, S.Pd menjadi penanda dibukanya acara tersebut. Acara demi acara dilaksanakan sampai pada inti dari acara tersebut yaitu kisah inspiratif dari saudara Islam yang berasal dari Amerika  yang disampaikan oleh Prof. Abdelaliem Shahwna Khattab, Imam Mostafa Ahmed Hussein,dan Abdelmoaty EhabAbdelmaksoud Abdelfattah Zeidan. Beliau bertigamenceritakan bagaimana awal mula islam menyebar hingga sampai di Amerika, perkembangan Islam dan kehidupan warga muslim diNegara-negara bagian Amerika.
Patutlah kita bersyukur sebagai warga muslim di Indonesia karena tidak sampai menemui kesulitan-kesulitan dalam melaksanakan Ibadah di negeri ini. Meski sekarang di Amerika juga Islam telah berkembang pesat dan mulai diterima oleh masyarakat sehingga semakin mudah menunjukkan identitas sebagai seorang muslim dan dapat berimadah dengan tenang. Pesatnya perkembangan Islam dapat dilihat dari banyaknya masjid yang dibangun di setiap Negara bagian, bahkan di daerah yang selama ini dianggap sebagai pusat kehidupan hedonism seperti Las Vegas.
Hadirnya para pembicara dari luar negeri yang sekaligus sebagai native speaker ini juga merupakan kesempatan bagi siswa-siswi yang hadir, baik dari perwakilan sekolah lain ataupun internal SMK Swadaya, serta audiens yang lain untuk belajar bahasa Inggris dibantu oleh penerjemah dari FPU.
Acara yang berlangsung pada Senin 28 Mei 2018 ini berjalan secara khidmat tanpa menghilangkan nilai-nilai yang syarat akan persaudaraan sesama umat Islam. Pesan yang bisa diambil dari acara tersebut yaitu sebagai umat Islam kita harus bisa mempertahankan Ukhuwah(persaudaraan) sesama umat Islam walaupun berbeda negara.
Share:

Grup Band “Why Not” Juara 1 Festival

Grup Band“Why Not” Juara 1 Festival


     Grup band "Why Not" Smk Swadaya Temanggung meyabet 2 gelar juara 1 dan gelar the best player vocal, gitar, keyboard dan drum. Grup band genre cadas yang terbentuk awal Agustus 2017 berhasil menjuarai festival band pelajar dan umum (max 30 th) se-Kabupaten Temanggung. Yang di gelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Temanggung pada hari sabtu (25/8) siang. Menyisihkan 14 grup band cadas lainya dari berbagai SMK/SMA di Kabupaten Temanggung selama 1 hari.
     Bukan hanya juara saja yang membanggakan tetapi grup band yang berasal dari Smk Swadaya Temanggung menjadi satu-satunya grup band dari sekolah swasta yang meraih juara dalam festival kali ini. Karena juara 2 sampai juara harapan 3 diraih oleh SMK dan SMA negeri yang berada di Temanggung.
      Juara 2 dan juara 3 dalam katagori band pelajar di raih oleh SMA N 3 Temanggung dan SMA N 1 Pringsurat. Kemudian harapan satu, dua, dan tiga diraih oleh SMA N 1 Parakan, MAN Temanggung dan SMA N 2 Temanggung.
 Selain merebut juara 1 personil grup band "Why Not" juga mendapatkan The Best Player atau pemain terbaik. Vocalis Yuniarti Tri Astuti kelas XI AP 3, Gitaris Galang Riski Syahputra kelas XI TKJ 2, Pianis Bagas Linggar kelas X BG 1 dan Drumer Jordan Dio Haryono kelas XI TKJ 2 sementara Basis terbaik di sabet oleh personil dari SMA N 3 Temanggung.
       Peserta yang mengikuti festival band berjumlah 14 band berasal dari lingkungan sekolah swasta Dan negeri yang berada di wilayah Kabupaten Temanggung. Festival band pelajar 2018 merupakan wadah kreatifitas yang diadakan DPD KNPI Kabupaten Temanggung. Sasaran dan tujuan tersebut adalah membentuk generasi muda yang kreatif dan menyatakan tidak pada narkoba.
       Pembina ekstra musik SMK Swadaya Temanggung Anang Suseno mengatakan ""Why Not"" yang berarti "Mengapa tidak" sebagai filosofi kalau yang lain bisa berkreasi, berprestasi, berekspresi, mengaransemen dan juara mengapa grup band “Why Not” tidak bisa.
       Acara seperti ini sangat di tunggu-tunggu, dimana kreativitas para seniman muda, para pelajar di Temanggung berekspresi dalam Festival Band seperti saat ini. Berbicara mengenai musik tidak terlepas dari keselarasan harnonisasi dan perasaan. Musik merupakan bahasa global dimana musik sebagai wujud menyampaikan perasaan, situasi, kondisi yang tergambar secara imajinatif dengan satu keselarasan dan perekat satu kesatuan dan kebersamaan ketena musnk tidak mengenal perbedaan usia umur dan agama." Terangnya.
Share:

Sambut Lebaran dan Akhir Tahun Pelajaran, SMK Swadaya Renovasi 19 Rumah



Sambut Lebaran dan Akhir Tahun Pelajaran, SMK Swadaya Renovasi 19 Rumah



Menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2018, SMK Swadaya Temanggung atau SMEDA mengadakan serangkaian kegiatan program kegiatan bakti lingkungan. Salah satunya adalah pemberian santunan pada anak yatim piatu dan Renovasi rumah.
            Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian SMK Swadaya kepada masyarakat luas. Sejak pertama kali kegiatan ini bergulir, tercatat setidaknya 40  rumah telah di renovasi dan dan puluhan anak yatim piatu telah disantuni.
            “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kami raih dan dengan berbagi dengan anak yatim, kami berharap bisa menumbuhkan semangat toleransi dan mengasihi mereka, sekaligus berbagi kebahagiaan Idul Fitri dan penutupan akhir tahun,” Kata Sugeng Dwi Harminto, ketua SMK Swadaya berbagi.
            Dalam kegiatan SMK Swadaya berbagi, setidaknya ada 19 rumah yang direnovasi. Jumlah nominal yang diberikan kepada setiap rumah bervariasi, mulai dari 5 - 15 juta, tergantung kebutuhan setiap rumah. Rumah yang mendapat bantuan, adalah rumah yang direkomendasikan oleh 34 wali kelas yang melakukan observasi kesetiap rumah anak didik serta hasil survey jajaran Tim Manajemen SMK Swadaya Temanggung yang digawangi oleh Drs Sugeng Dwi Harminto.
            “Dalam kesempatan yang sama kami juga memberikan bantuan kepada siswa-siswi SMK Swadaya yang yatim piatu. Bantuan tersebut berupa uang saku dan pembayaran spp.” kata Sugeng.
            Tahun ini, anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan SMK Swadaya berbagi sejumlah 85 Juta. Anggaran tersebut berasal dari Infaq-Sodaqoh siswa, guru, dan karyawan sejumlah 75 Juta. Sisanya, diambilkan dari zakat profesi guru dan karyawan senilai 10 Juta. Kegiatan SMK Swadaya berbagi tersebar di 9 kecamatan Temanggung-Wonosobo. Di Kabupaten Temanggung ada 8 kecamtan yakni, Bulu, Tlogomulyo, Kandangan, Kedu, Wonoboyo, Kledung, Tretep, dan Wonoboyo. Sedangkan di Wonosobo hanya satu kecamatan yakni Kepil.
            “Haya ucapan terimaksih yang bisa saya sampaikan kepada SMK Swadaya Temanggung yang telah merenovasi rumah kami dan membantu perabotan rumah tangga, kami sekeluaga mendoakan agar SMK Swadaya semakin maju, tetap menjalankan progam ini karena program ini sangat membantu bagi keluarga yang kurang mampu apa lagi bantuan ini diberikan tepat Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri “ Kata Bapak Sukiran, wali murid yang mendapatkan bantuan  di kecamatan Tretep.
            Masarakat sekitar yang berada di Desa Kecamatan Tretep bayak yang menaggapi secara positif dengan kegiatan tersebut, mereka sangat salut dengan kegiatan yang dilakukan oleh SMK Swadaya temanggung karena baru kali ini melihat sekolah swasta yang peduli dengan keadaan siswa siswi yang kurang mampu. Kepedulian mereka tidak hanya diucapakan dengan kata-kata saja, mereka juga ikut meyumbangkan tenaganya ketika pembungkaran dan pemasangan atap yang baru, mereka juga tidak meminta imbalan uang atau meminta suguhan makanan karena mereka juga tidak akan membebani yang punya rumah.





Share:

Popular Posts

Recent Posts




HOT GAMES




Trending Music Local